Jangan malu saat tidak seberuntung mereka. Karena Allah menciptakan dengan berbagai kemampuan yang luar biasa.
Sabtu, 26 September 2020
TENTANG MENGUATKAN DIRI
Kamis, 02 Juli 2020
Catatan Kehidupan
Hujan tadi malam membasahi permukaan bumi ini. Meski hanya sebentar, dia berhasil mengingatkan kembali cerita-cerita lama yang telah usang. Ada cerita baru, dan cerita lama yang bahkan kian mendrama. Tanpa kita minta waktu dan semesta setia mencatat setiap kisahnya.
![]() |
| Color Notebook |
Apakah kalian suka mencatat?
Ternyata kita sama. Meski hanya catatan sederhana, makanan favorit, judul koleksi buku, target impian, ataupun kisah galaumu juga tak mengapa.
Sederhana bukan? Begitulah hidup, memberikan pelajaran di setiap kisah. Dari catatan sederhanamu kamu bisa belajar. Bahwa langkahmu tidak hanya berlalu saja. Tentunya manusia tidak berhenti menjejak, tapi langkah bisa berhenti kapan saja. entah karena lelah, kecewa, jalan buntu, bahkan sudah tak sanggup lagi.
Tapi kamu harus percaya, Tuhan telah menawarkan sejuta harapan. Dari setiap doa mu yang melangit, melalui tanganmu yang menengadah, bisikan di setiap sujudmu, bahkan rintihanmu yang tak didengar manusia sekalipun.
Selamat berproses menjadi individu yang optimis
Pada kerikil yang melukai telapak kaki, kita belajar bahwa hidup butuh perjuangan.
Pada jalanan yang terjal, mengajarkan bahwa manusia harus optimis sampai tujuan akhir perjalanan
Pada kayu yang menghadang di tengah jalan, mengajarkan bahwa rintangan harus diselesaikan
Pada jalan yang buntu, mungkin kita harus berbalik arah, untuk mencari jalan yang lain.
Begitulah sejarah, semesta menginginkanmu untuk terus menapakinya. Menjelajahi di setiap sudutnya, meniti hari dengan merangkak, berjalan, ataupun berlari sampai kau menemukan di sudut sebelah mana impian yang kau cari.
Sampai akhirnya berbinar wajahmu, sambil mengusap perlahan peluh yang menetes dan berjanji untuk mimpi yang terbaik yang digariskan Tuhan, bahwa aku akan sampai ke sana.
Tunggu aku.
Mungkin aku tak bisa cepat. Tapi kakiku akan terus berayun. Percayalah.
Jangan lupa buka kembali catatanmu,
Kamu akan menemukan sajak bait yang mengatakan bahwa kamu pernah membenci. Ya, jujur saja. manusia sering menuntut Tuhan untuk menghadirkan yang dia suka. Terkadang itulah yang sering membuatku ingin berkata pada Tuhan untuk hilangkan segala goresan ini. Atau mungkin rengkuhlah aku untuk bisa bangkit dari langkahku yang tersandung, atau bisa berlari lebih cepat.
Hidup ini seperti lembaran buku yang kita baca. Tiap halaman adalah hasil karya. Ada bagian yang ingin kubaca ulang, ada bagian yang ingin aku lewati saja, bahkan ada bagian yang tidak ingin kubaca sama sekali. Tentunya kamu ingin menyelesaikan hasil karyamu dengan sempurna bukan? Ada banyak hal yang menunggumu dan yang akan kau hadapi, bahkan ada yang terulang kembali. Begitu juga apa yang terjadi denganmu untuk saat ini, menjadi bagian dari lembar catatan kehidupan. Maka hargailah sang waktu, meski kau tak suka dengan apa yang terjadi denganmu saat ini.
Selamat menjadi manusia optimis ya..
Selasa, 30 Juni 2020
Tentang Rindu
![]() |
| I love coffe |
Rindu itu selalu datang tidak tepat. Dia mengusiku saat aku bersama dengan tumpukan deadline kerja. Meski begitu kamu tetap prioritasku, jadi gapapa datanglah sesukamu. Menjadi teman hening dalam kerjaku.
Haii..ini aku. Kamu memang tidak bisa mendengar sapaanku dari sini. Sekarang aku sedang mampir di bait-bait tulisanmu yang rapih. Mencoba memahami dan merasakan apa yang tengah kamu rasakan.
Heyy..tahukah juga kamu? Aku sedang rindu. Maaf hanya bisa menyampaikan lewat cara ini. Ya sebenarnya aku tahu bahwa kamu tak pernah bisa mendengarnya. Tapi harap kamu juga merindu yang sama. Ahh..aku terlalu pede ya.
Tetapi sebenarnya kita saling tahu bahwa kita saling merindu kan? hanya kita sama-sama saling diam menunggu. Bukankah begitu?
Aku merasakan ketakutan, jika doa-doa tak lagi berterbangan ke langit, aku takut jika kita akan terbiasa seperti ini, lupa dan terlalu nyaman bahwa kita terbiasa bersisihan.
*sudahlah, itu skenario
Tuhan. Kita selalu berfikir bahwa semua itu momen pupus harapan. Padahal saat itu Tuhan sedang tersenyum atas patahmu. Percayalah Tuhan sudah
persiapkan untukmu pelangi yang indah setelah hujan. Kamu akan menemuinya di
saat yang tepat.
Senin, 29 Juni 2020
Luka dan Senja
![]() |
| Bunga di Senja |
Masih dengan kerudung dan gamis yang seharian dia pakai, dihempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Gurat-gurat cahaya lampu menyaksikan. Dirinya menatap langit-langit kamar. Sekejap memejamkan mata.
Gumamku..pada perasaan ini tak bisa ku menerangkan bahwa banyak goresan luka yang meradang. Kucoba lagi menghidupkan segala harap yang telah patah.
Catatatan kecil di bulan Juni
Bunga : lelah ya, tapi aku suka.
Kumbang : kamu suka saat dirimu lelah?
Bunga : Ya, tentunya seharian ini karena kehadiranmu, aku bisa sejenak tidak merasakan luka itu. Tidak sadar aku bisa tertawa tanpa sedikitpun ingat.
Kumbang : ternyata kamu pandai ya ?
Bunga : pandai apa?
Kumbang : pandai menyimpan luka hha
Bunga :iya kamu memang betul. Karena aku tak seperti dirimu. Kamu bisa terbang bebas sesukamu, hinggap di setiap bunga yang kamu suka dan menghisap manisnya madu
Kumbang : kamu itu menghadirkan keindahan di setiap momen, banyak juga yang menyukaimu
Bunga : kenapa kamu berkata seperti itu?
Kumbang : meski banyak yang mematahkanmu lalu membuangmu di saat layu, kamu adalah tanda cinta dan kasih sayang. Hadirmu juga menyajikan keromantisan hidup. Lukamu jangan menjadi alasan kamu tidak tersenyum.
Bunga : jadi ?
Kumbang : sekarang coba kamu letakan cangkir teh manismu. Sederhana saja, berdirilah kamu dihadapan senja. Lihatlah dia begitu hangat dengan jingganya. Kamu tahu maksudku ?
Bunga : apa?
Kumbang : sungguh indah bukan langit merah itu. aku sama sepertimu. Karena pada senja, kita selalu bisa menitipkan banyak luka. Aku bisa berlama-lama diam menghaturkan setiap harap disertai doa. Walau ku tahu, tetap kepada Tuhanlah tempat kita meminta dan mengadu yang tepat.
Senja tidak akan mengecewakan penikmatnya
Merindu Senja
![]() |
| Senja di laut |
Ingin
sengaja menjauh dan melepas kepenatan segala aktivitas dan target yang melelahkan
Di saat jadwal yang begitu padat, melewati siang yang semakin terik, wajah yang mulai memusam, dan kerudung yang sedikit berantakan
Huhh..
Konsentrasi dan kenyamanan ini semakin hilang,
Oh iya,, langit sebentar lagi akan menghadirkan senja
Menjadi notif untukku segera berkemas dari meja bertumpuk banyak kertas
Sudahlah..dia sebentar lagi hadir dengan manisnya..
Kutunggu berdiri di sana, menatapnya dalam penantian yang tidaklah lama
Ya..dia sudah menampakan dirinya
Begitu manis dan menawan,,
“Kamu begitu indah dan juga hebat, aku menyukaimu” ujarku setengah berbisik
Sambil kuusap mukaku, letih di hari itu semakin memudar karena kehadirannya.
Semakin lama kupandang, semakin memburam dan menghilang
Ku harap kamu akan setiap hari muncul bukan hanya untukku saja,,
Karena aku tahu, semua orang menyukai manismu
Pelukmu begitu hangat saat aku terguyur hujan, rengkuhanmu begitu kuat menopangku saat terjatuh dalam perjalanan panjang kehidupan.
Malam
sudah datang, dan aku kembali berfikir benar, aku kembali peduli dengan semuanya
Terima kasih senja, sore ini telah menghadirkan kehangatan yang begitu nyaman. Aku akan kembali menyambut esok pagi dengan aktivitas yang tidak berbeda.
Karena semesta punya banyak cara untuk buat kita bahagia,
Termasuk melalui dirimu
Akan aku tunggu kembali hadirmu sore hari, dan itu setiap hari
Selamat dan semangat beraktivitas ;)
SAJAK DALAM DOA
Tidak apa-apa kan jika baru saat ini aku mengerti begitu baik rencana-Mu. Dulu banyak pintu yang tertutup, seakan aku merasa ini sungguh ket...
-
Dari sekian kesempatan yang yang diberikan Tuhan, ada masa dimana kamu sama sekali tidak ingin peduli. Saat ini tumpukan deadline kerja masi...
-
Dunia ini sudah cukup ramai Bukan berarti kita hadir untuk menambah kebisingan riuhnya suasana. Cukup menjadi wadah yang tenang menampung se...




