![]() |
| I love coffe |
Rindu itu selalu datang tidak tepat. Dia mengusiku saat aku bersama dengan tumpukan deadline kerja. Meski begitu kamu tetap prioritasku, jadi gapapa datanglah sesukamu. Menjadi teman hening dalam kerjaku.
Haii..ini aku. Kamu memang tidak bisa mendengar sapaanku dari sini. Sekarang aku sedang mampir di bait-bait tulisanmu yang rapih. Mencoba memahami dan merasakan apa yang tengah kamu rasakan.
Heyy..tahukah juga kamu? Aku sedang rindu. Maaf hanya bisa menyampaikan lewat cara ini. Ya sebenarnya aku tahu bahwa kamu tak pernah bisa mendengarnya. Tapi harap kamu juga merindu yang sama. Ahh..aku terlalu pede ya.
Tetapi sebenarnya kita saling tahu bahwa kita saling merindu kan? hanya kita sama-sama saling diam menunggu. Bukankah begitu?
Aku merasakan ketakutan, jika doa-doa tak lagi berterbangan ke langit, aku takut jika kita akan terbiasa seperti ini, lupa dan terlalu nyaman bahwa kita terbiasa bersisihan.
*sudahlah, itu skenario
Tuhan. Kita selalu berfikir bahwa semua itu momen pupus harapan. Padahal saat itu Tuhan sedang tersenyum atas patahmu. Percayalah Tuhan sudah
persiapkan untukmu pelangi yang indah setelah hujan. Kamu akan menemuinya di
saat yang tepat.


