Tidak apa-apa kan jika baru saat ini aku mengerti begitu baik rencana-Mu. Dulu banyak pintu yang tertutup, seakan aku merasa ini sungguh ketidak adilan. Sekarang saya bersyukur, ada rencana yang tidak berhasil, ada impian yang pupus, dan ada cinta yang dipatahkan. Aku percaya tidak semua kegagalan adalah kehilangan. Ini adalah perlindungan Sang Illahi yang Maha Cinta. Mengingat begitu banyak doa yang terbang bersama ketulusan dan air mata, namun apa yang kudapat lain kekecewaan, air mata yang jatuh deras, bahkan tangan yang kosong. Setiap doa yang kupikir Tuhan tidak menjawabnya, membawaku mendekatkan pada apa yang akan ditakdirkan untukku.
Tugasku sebatas percaya. Biarkan saya merenung lebih damai dengan cara yang aku suka. Mungkin dengan mengayuh sepeda, duduk di tepi pantai ditemani sejuknya angin, bermain bersama kucing-kucing yang entah tiba-tiba datang mendekatiku. Ketika alam semesta ini tidak terburu-buru, maka juga seharusnya aku begitu.
Terkadang harus merasakan memperjuangkan cinta yang salah dulu, merasakan sakit dulu, memilih jalan keliru dulu, bahkan sampai pada kehilangan. Sungguh aku hanya ingin selangkah lebih baik setiap hari, dan aku masih punya waktu untuk itu. Tidak begitu peduli dengan berisiknya penilaian khalayak kepadaku, bahkan saat sekacau itu diriku.
Aku ingin menujumu, berbagi canda denganmu di bawah langit semesta yang begitu indah, juga atas restu baik dari Tuhan.
.jpg)