Hujan tadi malam membasahi permukaan bumi ini. Meski hanya sebentar, dia berhasil mengingatkan kembali cerita-cerita lama yang telah usang. Ada cerita baru, dan cerita lama yang bahkan kian mendrama. Tanpa kita minta waktu dan semesta setia mencatat setiap kisahnya.
![]() |
| Color Notebook |
Apakah kalian suka mencatat?
Ternyata kita sama. Meski hanya catatan sederhana, makanan favorit, judul koleksi buku, target impian, ataupun kisah galaumu juga tak mengapa.
Sederhana bukan? Begitulah hidup, memberikan pelajaran di setiap kisah. Dari catatan sederhanamu kamu bisa belajar. Bahwa langkahmu tidak hanya berlalu saja. Tentunya manusia tidak berhenti menjejak, tapi langkah bisa berhenti kapan saja. entah karena lelah, kecewa, jalan buntu, bahkan sudah tak sanggup lagi.
Tapi kamu harus percaya, Tuhan telah menawarkan sejuta harapan. Dari setiap doa mu yang melangit, melalui tanganmu yang menengadah, bisikan di setiap sujudmu, bahkan rintihanmu yang tak didengar manusia sekalipun.
Selamat berproses menjadi individu yang optimis
Pada kerikil yang melukai telapak kaki, kita belajar bahwa hidup butuh perjuangan.
Pada jalanan yang terjal, mengajarkan bahwa manusia harus optimis sampai tujuan akhir perjalanan
Pada kayu yang menghadang di tengah jalan, mengajarkan bahwa rintangan harus diselesaikan
Pada jalan yang buntu, mungkin kita harus berbalik arah, untuk mencari jalan yang lain.
Begitulah sejarah, semesta menginginkanmu untuk terus menapakinya. Menjelajahi di setiap sudutnya, meniti hari dengan merangkak, berjalan, ataupun berlari sampai kau menemukan di sudut sebelah mana impian yang kau cari.
Sampai akhirnya berbinar wajahmu, sambil mengusap perlahan peluh yang menetes dan berjanji untuk mimpi yang terbaik yang digariskan Tuhan, bahwa aku akan sampai ke sana.
Tunggu aku.
Mungkin aku tak bisa cepat. Tapi kakiku akan terus berayun. Percayalah.
Jangan lupa buka kembali catatanmu,
Kamu akan menemukan sajak bait yang mengatakan bahwa kamu pernah membenci. Ya, jujur saja. manusia sering menuntut Tuhan untuk menghadirkan yang dia suka. Terkadang itulah yang sering membuatku ingin berkata pada Tuhan untuk hilangkan segala goresan ini. Atau mungkin rengkuhlah aku untuk bisa bangkit dari langkahku yang tersandung, atau bisa berlari lebih cepat.
Hidup ini seperti lembaran buku yang kita baca. Tiap halaman adalah hasil karya. Ada bagian yang ingin kubaca ulang, ada bagian yang ingin aku lewati saja, bahkan ada bagian yang tidak ingin kubaca sama sekali. Tentunya kamu ingin menyelesaikan hasil karyamu dengan sempurna bukan? Ada banyak hal yang menunggumu dan yang akan kau hadapi, bahkan ada yang terulang kembali. Begitu juga apa yang terjadi denganmu untuk saat ini, menjadi bagian dari lembar catatan kehidupan. Maka hargailah sang waktu, meski kau tak suka dengan apa yang terjadi denganmu saat ini.
Selamat menjadi manusia optimis ya..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar